Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (10/12/2013) diprediksi melemah. Isu tapering Fed dan rapat BI warnai sentimen.
Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, titik ekuilibrium 12.000 per dolar AS, kemungkinan akan menjadi target yang akan dilewati pelemahan rupiah. Menurut dia, pergerakan rupiah masih dalam fase pelemahan.
Jika melihat indikator teknikal hariannya antara Fibonacci 0% dengan 23,6%, di level 0%, terdapat level terlemah rupiah di 12.070. "Di sisi lain, yang menjadi titip support kuat adalah 11.760 yang merupakan Fibonacci 23,6%,
Secara geris besar, lanjut dia, pergerakan rupiah dalam pekan ini, akan begerak pada kisaran tersebut dengan kecenderungan mengarah ke level 12.000 atau lebih. "Asumsi pelemahan rupiah juga diperkuat oleh Moving Average (MA)50, MA100 dan MA200,
Dari eksternal, lanjut dia, dolar AS kemungkinan masih kuat selama isu tapering The Fed terus merebak di pasar. "Kondisi ini akan menahan laju penguatan rupiah sehingga, jika tidak stagnan, rupiah akan kembali melemah,
Sementara itu, sentimen dari dalam negeri, kemarin dirilis data retail sales Indonesia. "Pada Kamis, 12 Desember pasar akan mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia soal keputusan BI rate,
Kemungkinan, kata Daru, RDG BI akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga berikutnya meskipun BI rate bakal dipertahankan di level 7,5% Desember ini. "Sinyal tersebut karena level rupiah yang membahayakan di kisaran 12.000 per dolar AS,
Selain itu, lanjut dia, pasar juga mengkhawatirkan inflasi Desember karena faktor Hari Raya Natal dan perpindahan tahun dari 2013 ke 2014. "Ini akan menambah alasan bagi BI untuk menaikan BI rate level lanjut,
Daru menjelaskan, kenaikan BI rate bertujuan untuk memperkuat rupiah. "Tapi, jurus ini rupanya belum mumpuni. RDG BI harus mencari solusi yang lebih jitu untuk meredam gejolak rupiah,
Sebab, 2014 merupakan agenda akbar pemilu Indonesia. "Inflasi pun diprediksi akan tinggi dan dikhawatirkan rupiah semakin melemah ke level 13.000 per dolar AS,
Lalu, himbauan dari menteri perdagangan dan menteri BUMN supaya eksportir melepas cadangan dolar AS-nya, diharapkan dicermati oleh pihak-pihak terkait agar dolar AS melemah. "Selama ini, ada 'pemain-pemain' di sektor eksportir yang masih mengempit dolar AS sehingga sulit memperkuat sinyal penguatan rupiah,
20.32
BELAJAR SAHAM LOKAL



0 komentar:
Posting Komentar