Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

Kamis, 26 Desember 2013

Bursa Asia Sepi, Nikkei Pimpin Penguatan

Headline

Bursa saham Asia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (26/12/2013). Nikkei menguat tertinggi dalam enam tahun terakhir sedangkan bursa China jatuh.

Indeks Nikkei naik 1,03% ke 16.174,44, indeks Shanghai tergelincir 1,5% ke 2.073 dan indeks Kospi turun 0,1% ke 1.999.30. Sementara bursa Australia, bursa Selandia Baru, bursa Hong Kong dan bursa masih libur. Demikian mengutip cnbc.com.

Penguatan indeks Nikkei sering pelemahan yen ke titik terendah dalam lima tahun 104,84 yen per dolar. Penguatan seiring saham perbankan seperti Sumitomo Mitsui Financial, Miuzho dan Mitsubishi UFJ lebih dari dua persen.

Untuk bursa China menambah pelemahan setelah bank sentral China melakukan operasi pasar senilai US$49 miliar awal pekan ini. Kebijakan ini menaikkan tarif reposekitar 5,3% atau menjadi level tertinggi sejak enam bulan terakhir.

Indeks Shanghai digerakkan oleh saham keuangan seperti Pudong Development Bank yang turun 2 persen. Saham Minsheng Bank turun 1 persen. Data soal kredit macet di sektor ritel mencapai 2,6 persen juga menekan indeks.

Untuk indeks Kopsi berakhir melemah dengan tekanan terjadi pada saham eksportir. SahamSamsung Electronics , saham LG Display dan saham Hyundai Motors turun di kisaran 0,6%.

Senin, 09 Desember 2013

Target Pelemahan Rupiah Akan Lewati 12.000

Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (10/12/2013) diprediksi melemah. Isu tapering Fed dan rapat BI warnai sentimen.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, titik ekuilibrium 12.000 per dolar AS, kemungkinan akan menjadi target yang akan dilewati pelemahan rupiah. Menurut dia, pergerakan rupiah masih dalam fase pelemahan.

Jika melihat indikator teknikal hariannya antara Fibonacci 0% dengan 23,6%, di level 0%, terdapat level terlemah rupiah di 12.070. "Di sisi lain, yang menjadi titip support kuat adalah 11.760 yang merupakan Fibonacci 23,6%,

Secara geris besar, lanjut dia, pergerakan rupiah dalam pekan ini, akan begerak pada kisaran tersebut dengan kecenderungan mengarah ke level 12.000 atau lebih. "Asumsi pelemahan rupiah juga diperkuat oleh Moving Average (MA)50, MA100 dan MA200,

Dari eksternal, lanjut dia, dolar AS kemungkinan masih kuat selama isu tapering The Fed terus merebak di pasar. "Kondisi ini akan menahan laju penguatan rupiah sehingga, jika tidak stagnan, rupiah akan kembali melemah,

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri, kemarin dirilis data retail sales Indonesia. "Pada Kamis, 12 Desember pasar akan mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia soal keputusan BI rate,

Kemungkinan, kata Daru, RDG BI akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga berikutnya meskipun BI rate bakal dipertahankan di level 7,5% Desember ini. "Sinyal tersebut karena level rupiah yang membahayakan di kisaran 12.000 per dolar AS,

Selain itu, lanjut dia, pasar juga mengkhawatirkan inflasi Desember karena faktor Hari Raya Natal dan perpindahan tahun dari 2013 ke 2014. "Ini akan menambah alasan bagi BI untuk menaikan BI rate level lanjut,

Daru menjelaskan, kenaikan BI rate bertujuan untuk memperkuat rupiah. "Tapi, jurus ini rupanya belum mumpuni. RDG BI harus mencari solusi yang lebih jitu untuk meredam gejolak rupiah,

Sebab, 2014 merupakan agenda akbar pemilu Indonesia. "Inflasi pun diprediksi akan tinggi dan dikhawatirkan rupiah semakin melemah ke level 13.000 per dolar AS,

Lalu, himbauan dari menteri perdagangan dan menteri BUMN supaya eksportir melepas cadangan dolar AS-nya, diharapkan dicermati oleh pihak-pihak terkait agar dolar AS melemah. "Selama ini, ada 'pemain-pemain' di sektor eksportir yang masih mengempit dolar AS sehingga sulit memperkuat sinyal penguatan rupiah,

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes