Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

Minggu, 05 Januari 2014

Belasan Saham Pilihan Pekan Ini

Headline

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ke depan akan bergerak variatif, sehingga diperkirakan pada support 4200-4244 dan resisten 4290-4330. Belasan saham jadi pilihan. Apa saja?
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola menyerupai shooting star di atas middlebollinger bandsMoving Average Convergence Divergence (MACD) cenderung turun dengan histogram negatif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic uptrend terbatas.
"Laju IHSG sempat di bawah target resisten (4250-4263) namun, dapat kembali ke kisaran tersebut yang menandakan di tengah aksi profit taking yang terjadi masih ada keinginan IHSG untuk bertahan di zona positif,
Menurut Reza, laju IHSG pekan depan akan kembali variatif dengan kecenderungan mencoba bertahan dari pelemahan terutama merespon data yang akan dirilis. Diharapkan data yang dirilis dapat memberikan imbas positif bagi laju IHSG.
Untuk pekan depan, kata Reza, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen di antaranya : Balance of trade, retail sales, building permits, & westpac consumer confidence Australia; Interest rate KorSel; HSBC service PMI, export plus import, inflation rate, & balance of trade China; HSBC service PMI India; Markit service PMI, unemployment rate, balance of trade, current account, factory orders, industrial production, & inflation rate Jerman.
Markit service PMI, inflation rateretail sales, unemployment rate, business+consumer confidence, ECB interest rate, & sentix index Zona Euro; BOE interest rate decisions Inggris; Markit service PMI, retail sales, & consumer confidence Perancis; Markit service PMI & unemployment rate Italia; Service PMI & business confidence Spanyol; HSBC Service PMI, ISM non manufacturing PMI, balance of trade, redbook, FOMC minutes, & factory orders AS; dan lainnya.
Sedangkan pilihan saham sepekaan ke depan, terdapat 12 saham. Seperti, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPCK).
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT BankHimpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Ulasan Sepekan Rupiah Alami Penyesuaian dengan IHSG

Headline

 Dalam sepekan terakhir, rupiah menguat 0,27%. Mata uang garuda ini mengalami penyesuan dengan IHSG seiring terkendalinya inflasi 2013.
Berdasrkan Kurs Referensi JakartaInterbank Spot Dollar Rate (Jisdor), dalam sepekan terakhir rupiah menguat 34 poin (0,27%) ke posisi 12.226 per dolar AS pada 3 Januari 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 27 Desember 2013 di angka 12.260.
Reza Priyambada, kepala riset Trust Securities mengatakan, laju nilai tukar rupiah kembali menghijau sepanjang pekan kemarin. “Setelah di pekan sebelumnya mengalami tekanan, laju rupiah di akhir perdagangan tahun 2013 terlihat menguat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (5/1/204).
Pelaku pasar, lajut dia, sedikit melakukan penyesuaian dengan laju rupiah agar ikut menguat seperti halnya IHSG. “Selain itu, pelaku pasar juga memanfaatkan menguatnya laju euro dengan melepas posisi pada dolar AS,” ujarnya.
Hal itu, kata dia, terutama setelah Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi, mengatakan belum diperlukannya memangkas suku bunga acuan untuk mendorong penguatan nilai euro.
Di awal tahun ini, laju rupiah kembali mengalami tekanan setelah di akhir tahun mengalami kenaikan. “Pelaku pasar kembali memburu dolar AS setelah dirilis kenaikan pending home sales bulanan AS dan diikuti dengan rilis positif lanjutan dari data Redbook dan consumer confidence-nya.
Kekhawatiran akan mulai diterapkannya tappering off stimulus The Fed pada Januari ini kembali datang. Laju rupiah pun kembali tertekan. “Bahkan adanya rilis inflasi yang masih terkendali di bawah level 9% secara tahunan dan surplusnya neraca perdagangan sebesar US$776,8 juta belum banyak berpengaruh pada laju uupiah meskipun respons tersebut baru terasa di perdagangan akhir pekan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes